Selasa, 08 November 2011

Sego Abang Lombok Ijo Mbah Wiji

Nasi yang biasa kita makan itu ternyata banyak macam-macamnya lho, ada nasi putih (ini yang paling sering dikonsumsi oleh penduduk kita), nasi hitam dan nasi merah. Nah kalo nasi merah ini merupakan hasil produk pertanian ladang tadah hujan, di Jogja wilayah Gunungkidul merupakan wilayah yang cocok untuk ditanami padi jenis ini. Setiap jenis berasa mempunyai keunggulan masing-masing dan berikut beberapa keunggulan beras merah:


1. Mencegah sembelit
Kaya akan kandungan serat dan asam lemak baik. Kandungan serat yang tinggi dapat mencegah sembelit sehingga memperlancar pencernaan. Selain itu dengan kandungan serat yang tinggi juga membuat kita lebih kenyang dan tidak lapar. Cocok untuk pola diet.
2.       Mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan
3.       Menurunkan kolesterol darah
4.       Menyehatkan jantung

5.       Dan masih banyak lagi manfaat baik lainnya

Di kota Yogyakarta sendiri sudah banyak warung makan yang menyediakan menu nasi merah, namun yang populer disini disebut dengan “sego abang lombok ijo” yaitu nasi merah yang disajikan dengan sayur tempe dan lombok ijo. Menu yang satu ini sangat khas sekali mulai dari cara memasak, bahan yang digunakan dan cara penyajiannya diatas meja.

Kali ini saya akan membagi pengalaman saya makan sego abang lombok ijo di Warung Sego Abang Lombok Ijo Mbah Wiji yang berlokasi di jl. Pakem – Turi km. 1 Mangunan, Harjobinangun, Pakem, Sleman. Nasi merah disajikan dalam ceting, mereka menyajikan nasi merah yang masih panas dan ngebul asapnya, jadinya menambah cita rasa tersendiri. Sayur lombok ijo ini memakai kuah santan dengan campuran lombok ijo yang diiris tipis dan tempe yang sudah dipotong-potong. Selain sayur lombok ijo ada pendamping lainnya yaitu tumis sayur daun pepaya, ayam goreng, empal, babat, pepes ikan dan bothok kesukaan saya.

Satu porsi sego abang lombok ijo ini dihargai sekitar 10-20ribu per orangnya tergantung lauk yang akan dipilih. Jangan lupa untuk memesan sambal mentah khusus bagi yang suka pedas, hati-hati sambel disini luar biasa pedesnya.

Satu ceting sego abang disajikan selagi masih panas
Sayur lombok ijo favorit saya. Selalu saya habiskan sampai tetes terakhir kuahnya.
Tumis daun pepaya rasanya tak kalah enak dengan sayur lombok ijo dan tidak pahit.
Aneka lauk ada ayam goreng bacem, empal, babat iso, pepes ikan  dan bothok.
Sedap dan kenyang :D
Penyajian sego abang lombok ijo
Bagian depan warung

Senin, 07 November 2011

Nasi Brongkos Handayani

Saya sangat mencintai Jogja, terutama kulinernya yang sangat beragam. Kalo orang datang ke Jogja yang populer adalah gudeg, bakpia dan lain lainnya. Padahal kalo disebutin satu per satu kuliner khas kota ini adalah capek saya ngetiknya huahuahua. Yak, kali ini saya akan sedikit berbagi tentang kuliner Jogja yang tidak sepopuler gudeg tapi rasanya menurut saya juara sedepnya dan Jogja banget! Adalah tak lain dan tak bukan makanan bernama Brongkos. Sebetulnya ada beberapa warung di Jogja yang menjual nasi Brongkos tapi yang cukup populer adalah Nasi Brongkos Warung Ijo Bu Padmo yang berada di bawah Jembatan Krasak, Pasar Tempel, Nasi Brongkos Handayani di dekat Alun-Alun Selatan Yogyakarta. Nah kali ini yang akan saya post disini adalah Nasi Brongkos Handayani.

Lokasinya cukup mudah di jangkau dari kota, yaitu di sebelah selatannya Alun-Alun Selatan. Hayoh loh bingung ga? Udah selatan masih selatannya. Biar lebih gampangnya ya sebelah utaranya Plengkung Gading yang dimana Plengkung Gading ini juga sebelah Selatannya Alun-Alun Jogja #TambahNjlimet
Sebetulnya di Warung Handayani ini tidak hanya menjual nasi brongkos, dulunya menu andalan mereka adalah nasi pecel dan es campurnya, tapi karena mungkin makin sedikit orang yang menjual nasi brongkos jadilah menu yang satu ini menjadi favorit disini. Konon katanya proses membuatnya yang sulit dan waktu untuk memasak brongkos ini lama karena itu menu ini jarang ditemui. Brongkos ini merupakan makanan yang isinya ada kacang tolo, tahu dengan perpaduan santan kental dengan kaldu daging segar. Ngomong-ngomong bumbu untuk brongkos ini sendiri ternyata banyak yang digunakan lho, ada sekitar 15 bumbu antara lain kluwak (ini yang memberikan kesan warna hitam/kecoklatan pada brongkos), bawang merah, bawang putih, tumbar, kemiri, cabe, daun salam, lengkuas, sereh, daun jeruk dan lain lain.

Ciri khas dari brongkos yang dijual disini adalah tidak memakan kulit melinjo, ketika saya tanya sama mas-mas disana mereka bilang karena banyak pembeli yang takut terkena asam urat. Selain itu brongkos disini memang tidak memakai daging, kalau anda ingin memakai daging maka pesanlah menu brongkos koyor yang memang isinya daging semua. Setiap harinya warung ini buka mulai pukul 07:00-16:00. Selain brongkos dan pecel tadi menu lainnya ada nasi soto dan nasi rames, yang tak kalah istimewanya menurut saya es campurnya.

Nasi Brongkos dengan lauk telur yang sudah dibacem, ditemani dengan kerupuk udang. 
Nasi Brongkos Koyor yang menggunakan daging
Es Campur ini enak, pake santan dengan campuran sirup, gula, kelapa muda dan tape. Seger pokoknya.

Rabu, 02 November 2011

Soto Sokaraja "Plat R"

Siang ini Jogja diguyur hujan deras seusai saya kuliah, padahal perut belum di isi dari bangun tidur. Cacing di perut rasanya udah teriak-teriak, akhirnya pacar mengusulkan untuk makan Soto Sokaraja yang langsung saya setujui. Hujan dan udara dingin begini memang paling cocok makan yang berkuah dan hangat, kalo soto biasa udah bosan makanya saya langsung mencari Soto Sokaraja Plat “R” langganan saya di Jl. Kaliurang km.6 depan asrama tentara.

Mungkin ada yang baru dengar nama Soto Sokaraja? Soto ini berasal dari daerah Sokaraja sesuai namanya, sebuah daerah di dekat Kota Purwokerto. Cita rasa khas soto ini adalah sambel kacang dan kuahnya yang berbeda dari soto yang lainnya. Kalo biasanya kita makan soto dengan sambal biasa, Soto Sokaraja ini khusus sambalnya menggunakan bumbu kacang yang manis pedas gurih. Oh ya satu lagi yang membuat soto ini khas yaitu kerupuk warna warni yang disediakan untuk menemani kita menemani makan soto. Umumnya soto ini menggunakan ketupat walaupun bisa juga kita menggunakan nasi.
Satu lagi tambahan untuk anda yang ingin menikmati Soto Sokaraja di warung ini adalah dengan memesan mendoan. Gurihnya tempe mendoan dengan hangatnya soto bakalan membuat anda hangat serta kenyang. Hehe.

Soto Sokaraja Plat R di jl. Kaliurang km. 6
Semangkuk Soto Sokaraja Ayam,

Tempe mendoan untuk menamani makan Soto Sokaraja

Kerupuk warna-warni kesukaan saya
Soto Sokaraja Plat R

Selasa, 01 November 2011

Yo Cafe

Yo Cafe ini salah satu tempat yang menurut saya nyaman untuk belajar dan menikmati sore hari di kota Jogja. Terletak di Graha Natasha jl. Kaliurang km.5 Yo Cafe mempunyai tata ruang yang sangat nyaman, bisa menikmati pemandangan sambil menikmati hidangan yang di sajikan. Kalo kesini gak harus perawatan di Natasha dulu kok, saya kadang sengaja ke Yo Cafe malahan. Yang spesial disini menurut saya adalah french pastry nya. Mereka menyediakan berbagai macam pastry yang rasanya memang berkelas. Penyajiannya pun benar-benar cantik sehingga kadang gak tega mau makannya. Hehe :D

Selain pastry mereka juga menyediakan menu lain seperti soup, pasta and chips, sandwichs. Minuman disini juga spesial, ada coffee based, chocolate based, fruit tea and mocktails dan frozen drinks yang saya suka. Buat yang ingin membawa pulang menu disini juga bisa kok, mereka sudah menyiapkan packaging yang baik buat yang ingin take away their order.

Oh ya, beberapa menu pastry disini ada yang menggunakan campuran vodka, jadi jangan sungkan bertanya kepada waitressnya ya bagi yang tidak minum minuman beralkohol.

Blueberry Cheese Cake
Spaghetti Carbonara. Spaghetti with smooked beef, mushroom and oregano creamy sauce. yummy!
Orange Charlotte

My Favorite, Tiramissu :)
I forgot for this one. I'm sorry :D

American Chocolate Cake
Eclair with pistachio
A cup of Hot Cappucino
A cup of Hot Chocolate
Free Cookies. Ini cookiesnya enak banget :)
Chocolate Truffle








Ps: bagi yang minum vodka boleh cobain menu Black Russian, katanya ini paling enak disini.

Artemy Italian Gelato and Coffee Shop

Mungkin sekilas gelato ini terlihat seperti es krim, tapi sebenarnya beda lho. Perbedaannya terletak pada bahan dan kandungan udara yang terdapat pada masing-masing. Gelato dibuat tidak menggunakan cream, jadi bahannya 100% menggunakan susu murni. If I’m not wrong, gelato ini terbuat dari skim milk yang tentunya low fan jadi ga terlalu bikin gemuk (yeay!). Kandungan udara di gelato juga lebih sedikit dibandingkan dengan es krim, itu sebabnya “flavor” pada gelato lebih terasa saat dimakan. Untuk lebih mudahnya membedakan antara gelato dan es krim adalah biarkan mereka lumer atau meleleh. Gelato jika lumer akan mencair sedangkan es krim jadi mirip whipped cream kental gitu.

Di Jogja memang belum banyak yang menjual gelato, mungkin salah satu gelato terbaik di Jogja adalah Artemy ini yang terletak di jl. Perwakilan Jogjakarta. Letaknya di samping Malioboro Mall biasanya kalo ke Mall ini saat siang hari dan matahari lagi eksis-eksisnya saya selalu menyempatkan membeli 1 atau 2 scoop gelato disini. Kalau anda ke Bali mungkin anda sangat mudah menemukan gerai-gerai yang menjual gelato dari harga 10rb/scoop sampai puluhan ribu juga ada.

Lha ini kok malah jadi bahas gelato sih? Sebenernya yang mau saya review ini bukan gerai Artemy yang di jl. Perwakilan karena kebetulan saya kemarin berkunjung ke cabang Artemy Italian Gelato and Coffee Shop yang letaknya di jl. Kranggan. Hahaha. Udah panjang lebar ngomongin gelato malah yang mau dibahas apa.
Gerai yang baru ini menurut saya lebih luas dan lebih nyaman daripada yang di jl. Perwakilan. Menu disini pun lebih lengkap, mereka tidak hanya menyediakan gelato saja, tapi ada coffee, homemade pastry dan beberapa dessert lainnya. Interior ruangannya didominasi warna putih nan cantik, saya sangat suka desainnya, sayang tidak sempat mengambil gambarnya. Diluar gerai ini juga ada tempat duduknya, ditemani kelap kelip cahaya lampu menikmati gelato sambil liatin jalanan Kranggan pasti seru. 

Beberapa menu yang saya coba:
Macaroni Schotel ini salah satu menu favorit saya, sayang porsinya kurang banyak :D
Apple Croissant, croissant dengan isi apple benar-benar nikmat.

Yang ini saya lupa namanya tapi lumayan enak kok :p
Cheese Croissant, keju diluar dan didalam. Kalau anda penggemar keju, jangan lewatkan yang satu ini.

Menu Coffee yang disediakan, sayang saat saya datang beberapa menu andalan mereka seperti Viennacinno dan Hot Choco sudah habis
Daftar menu Gelato dan Snack
Lha ini mana gambar gelatonya? Saya memang tidak pesan gelato di gerai yang baru ini karena memang ingin mencoba menu yang lainnya. (ngeles.com)

Sate Kambing Pak Dakir

Saya datang ke warung ini bukan untuk menikmati sate atau gule kambing, tetapi nasi goreng yang spesial gak pake telor. Dibilang kesasar juga engga karena memang warung ini selain menjual sate, tongseng dan gule dari daging kambing juga menjual nasi goreng yang menurut saya rasanya berbeda dari yang lainnya. Nasi goreng pliket namanya, bagi saya ini nasi goreng spesial gak pake telur. Nama lain nasi goreng pliket ini adalah nasi goreng Butet. Konon katanya ini adalah menu yang selalu dipesan oleh Butet Kertaradjasa makanya nama beliau dimasukkan kedalam menu makanan yang satu ini.
Nasi goreng ini disajikan dalam porsi yang tidak terlalu besar, ya cukuplah menurut saya. Disebut pliket karena penampakan nasi goreng ini memang terlihat lengket, disinilah letak keunikan dari nasi goreng ini. Nasi goreng ini dimasak dengan cara yang sama dengan nasi goreng pada umumnya, namun ditambahkan sumsum kambing makanya jadi lengket. Namun rasanya pas sekali antara manis dan gurihnya. Disinilah mungkin kenapa nasi goreng ini disajikan dalam porsi yang tidak terlalu besar, karena pliket nanti kalo kebanyakan justru bikin “eneg”.
Untuk menu makanan lainnya masih ada sate kambing, tongseng, gule dan nasi goreng kambing. Harga makanan di Sate Kambing Pak Dakir ini dipatok 8-9ribu rupiah. Alamat Sate Kambing Pak Dakir ini di jl. HOS Cokroaminoto depan Pasar Klithikan. Warung ini buka mulai pukul 17.00-22.00.

Warung Sate Kambing Pak Dakir di jl. HOS Cokroaminoto

Ini dia Nasi Goreng Pliket yang akhirnya menjadi salah satu kandidat nasi goreng favorit saya di Jogja

Suasana di warung Sate Kambing Pak Dakir yang tak pernah sepi pengunjung

Menu makanan dan minuman yang tersedia disini
Bagi anda yang ingin menikmati menu nasi goreng yang berbeda dengan nasi goreng yang biasanya harus mencoba nasi goreng pliket (Nasi Goreng Butet) di warung Sate Pak Dakir ini. Tapi harus tetap hati-hati karena mengandung kolesterol tinggi, sesekali bolehlah J

Sate Padang Asli


Malam ini untuk entah ke beberapa kalinya makan sate padang. Ya, baru pernah makan sate padang ini di Jogja, lha wong belum pernah ke Padang je saya. Sate Padang yang beruntung saya datangi malam ini adalah Sate Padang Asli yg berlokasi di jl. Kaliurang samping Hoka Hoka Bento. Bedanya sama sate di Jawa dari cara memasaknya, juga dari dagingnya. Sate Padang menggunakan lidah sapi yang terlebih dahulu sudah dibumbui dan direbus, sedangkan di Jawa biasanya sate memakai daging ayam, kambing, sapi, dsb. Proses pembakaran dari sate Padang ini hanya untuk memanaskan dan menambah aroma. #pencitraan gitu istilahnya

Menurut lidah saya, sate padang disini salah satu sate padang terenak di Jogja. Bumbunya pas dan khas sekali dengan rempah-rempahnya. Bumbu sate padang ini berbeda dengan sate di Jawa, mereka menggunakan kuah kental dengan bumbu kunyit dan bumbu lainnya sedangkan sate Jawa biasanya menggunakan bumbu kacang atau kecap sebagai pendamping sate. Satu porsi ini berisi 7 tusuk sate, irisan ketupat dan keripik singkong pedas.

Warung Sate Padang Asli ini selalu ramai oleh pengunjung setiap malam, jadi kalau kesini harus sedikit bersabar yaa... Saya memesan 2porsi Sate Padang, 2 es teh dan 1 bungkus keripik singkong pedas semuanya total 25ribu rupiah.

Satu porsi Sate Padang: 7tusuk sate, ketupat, keripik singkong. Nikmatnya juara!

Keripik Singkong Pedas disediakan di masing-masing meja makan untuk menemani kita makan
Suasana di Sate Padang Asli
Tips dari saya, coba menikmati sate padang ini dengan keripik singkongnya. Renyahnya keripik dicocol ke bumbu kentalnya, mantap!