Minggu, 10 Januari 2016

A Sweet Comeback: Mengurus Visa United Kingdom / Inggris - Part I

Hello I’m back after a very looooooooooong hibernate :)

Back for blogging isn’t easy and I’m struggling so hard to come back 

*sambil nyapuin debu yang udah 5cm tebelnya*

Kali ini saya kembali tidak untuk menulis tentang perjalanan kuliner saya. Kembali mencoba hal yang baru yaitu menulis pengalaman travelling saya yang dimulai dengan pengurusan visa. Ide buat kembali menulis sebenarnya karena janji saya kepada diri sendiri kalo bakalan share pengalaman saya mengurus visa  from A to Z kalau waktu itu visa saya di approve. Bukan apa-apa, saya tahu betapa orang menganggap bahwa mengurus visa itu adalah hal yang paling membuat malas ketika seseorang ingin berlibur apalagi kita adalah pemegang paspor hijau yang memang harus punya visa kalau mau liburan ke beberapa destinasi favorit dunia.

Oke singkat cerita 3-6 bulan yang lalu saya bersama calon suami merencanakan untuk pergi honeymoon ke Inggris. YES YUUU-KEEE! *Semangat*

Ngapain ke Inggris?

Well, bagi yang sudah kenal lama dengan saya pasti tau kalau saya adalah fans berat klub sepakbola dari tanah Inggris, Manchester United. Kesana tentu saja tak lain dan tak bukan buat “umroh” nonton langsung klub kesayangan main di Old Trafford.

Hal yang saya fikirkan pertama kali adalah cari tiket kesana. Hasil mantengin SkyScanner setiap hari dalam 7 hari 7 malam akhirnya memutuskan untuk membeli tiket dari Kuala Lumpur – London menggunakan maskapai Etihad. Alasan mengapa memilih penerbangan ini karena saya ingin mencoba naik maskapai timur tengah, pilihannya saat itu Emirates atau Etihad. Bukannya tidak bangga dengan maskapai kebanggan kita, Garuda Indonesia yang juga punya direct flight Jakarta – London namun ketika saya tawarkan kepada calon suami dia dengan semangatnya menjawab “Emirates atau Etihad aja”. Sebenarnya saya sudah tau jawabanya, lha wong dia pernah cerita punya khayalan babu jadi pilot Emirates.

Waktu saya bolak balik cek SkyScanner memang maskapai yang saat itu sedang promo adalah Etihad, tapi semua keberangkatan dari Kuala Lumpur. Karena memang saya salah satu tipe wanita dengan mental diskonan yaudah sikat aja tiketnya, toh sekarang banyak maskapai yang menyediakan penerbangan Jakarta – Kuala Lumpur mulai penerbangan yang full service ataupun low cost carrier. Karena saat itu saya memang berencana untuk keliling UK dan Europe jadi beli tiket berangkatnya dulu, sambil nyusun itinerary sambil mikir mau pulang lewat mana. Sayang kan kalau misal ambil tiket PP tapi tujuan kita keliling beberapa negara, nanti untuk penerbangan pulang kita harus balik lagi ke negara itu.

Menyiapkan Persyaratan Visa.

All you have to do is googling. Ya, saya memulainya dengan kata kunci “syarat membuat visa inggris” maka akan banyak sekali informasi disana. Namun untuk lebih validnya langsung saja mengunjungiweb resmi UK Visas & Immigration, saya mempelajari tahapan demi tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan visa Inggris. Hampir semua informasi sudah dijelaskan disana. Beberapa orang mungkin akan mengurungkan niat untuk membuat visa sendiri dan menyerahkan pengurusan visanya ke travel agent setelah membaca beberapa info tentang visa UK. Bagi saya justru ini sebuah tantangan, “ah sesusah apa sih ngurus visa sendiri.. cobain lah siapa tau nanti kalo di approve bisa saya share di blog yang udah angker karena ga punya bahan buat nulis”

Tidak sedikit yang menganggap kalau mengurus visa ke UK sangat sulit bahkan lebih sulit dari negara lain. Menurut saya tidak sesulit yang dibayangkan kok asal kita menyiapkan semuanya jauh-jauh hari jadi bisa dicicil sedikit demi sedikit. Selain banyak dokumen yang harus disiapkan para aplikan juga harus meluangkan waktu untuk mengisi beberapa pertanyaan ketika membuat aplikasi secara online.

Langkah yang paling awal dan yang sedikit menyita waktu adalah menyiapkan dokumen (yang tidak sedikit), diantaranya:

Paspor dengan masa berlaku minimal 8 bulan terakhir

Syarat utama untuk kalian jalan-jalan keluar negeri dan saya kira ini syarat yang paling mudah karena hampir semua orang punya. Kalau kalian punya paspor lama, lampirkan juga. Oh ya, sedikit cerita karena paspor saya expired Desember 2015 maka mau tidak mau saya harus memperpanjang paspor saya untuk membuat visa. Nah, saat apply pastikan kalian meminta paspor lama kalian, biasanya disuruh petugas untuk isi formulir dan kalau tidak salah ingat di formnya hanya menulis beberapa data dan alasan mengapa harus meminta paspor lama. Kalau kita tidak memberitahu petugas perlu paspor lama maka paspor yang sudah tidak terpakai akan diambil oleh mereka. Kalau paspor lama hilang atau terlanjur diambil kembali oleh imigrasi saat perpanjang paspor tidak usah khawatir masih tetap bisa mengajukan visa kok, hal ini menurut saya untuk melihat “rekam jejak” travelling kita. Bukti bahwa kita sudah pernah berpergian sebelumnya. Bisa jadi sebagai salah satu pertimbangan diterima atau tidaknya aplikasi visa kita, namun jangan khawatir bagi yang paspornya masih kosong melompong asalkan syarat-syarat lain dipenuhi kalian masih bisa mendapatkan visa UK.

Paspor saya baru dan masih kosong melompong namun saya melampirkan paspor lama yang sudah lumayan banyak cap hasil travelling selama 5 tahun terakhir. Sedangkan calon suami saya masih memegang paspor pertamanya, expired Juli 2016 which is less than 8 months dari yang di sebutkan diatas. Hitungannya hanya sisa 6 bulan dari masa expired sejak tanggal keberangkatan. Saya pede aja tidak usah buat paspor baru toh secara umum emang syaratnya asal masih berlaku dalam 6 bulan. Kalau sudah kurang dari 6 bulan saya sarankan untuk perpanjang paspornya, jangan lupa minta paspor lamanya.

Surat Sponsor dari tempat kerja/tempat usaha dalam bahasa Inggris


Bagi yang sudah berkerja sertakan surat keterangan dari tempat kerja dalam bahasa inggris. Biasanya perusahaan sudah punya formatnya, tinggal minta ke bagian terkait. Dalam surat keterangan disebutkan nama, jabatan, mulai bekerja kapan, gaji, mengambil cuti berapa lama untuk liburan. Yang penting adalah pernyataan bahwa kita akan kembali ke Indonesia untuk bekerja setelah liburan selesai. Oh ya walaupun namanya surat sponsor tapi perusahaan tidak harus menjadi sponsor liburan kamu loh. Maksud saya biasanya dalam surat tersebut dinyatakan juga bahwa liburan ini menggunakan biaya sendiri atau kalau memang di sponsori oleh perusahaan ya mereka memberi pernyataan kalau liburan kamu full covered by them.

Bingung formatnya seperti apa? Bisa dilihat disini.

Bagi yang sudah bekerja seperti calon suami saya mungkin syarat ini mungkin didapatkan. Kalau saya? Statusnya tidak jelas, student bukan karena sudah wisuda dan belum bekerja. Karena kebetulan sesaat sebelum wisuda yang kedua saya sudah merencanakan perjalanan ini, maka saya buru-buru mengurus pembuatan surat keterangan mahasiswa. Nah untuk yang satu ini sebaiknya juga dalam bahasa inggris yaa..  Isinya standar surat keterangan mahasiswa, hanya diberi tambahan keterangan “surat ini dibuat untuk membuat Visa UK”. Karena saat itu surat keterangan saya masih dalam format bahasa Indonesia maka saya harus mentranslate kedalam bahasa Inggris sesuai ketentuan UK Visa & Immigration. Tapi ingat ya, bukan kita sendiri yang mentranslate dokumen tersebut, untuk menerjemahkan dokumen persyaratan Visa UK kita harus menggunakan jasa Sworn Translator. Biayanya dihitung per lembar Rp. 100.000,00 dan prosesnya memakan waktu 3 hari. Saat itu saya menggunakan jasa Worldnet Translation Service (Email: worldnet.andrew@gmail.com), kantornya ada di Jakarta tetapi tidak harus datang ke kantornya. Dokumen bisa dikirim via email dan 3 hari sesudahnya bisa dikirim via kurir atau JNE ataupun diambil di kantor mereka. Mudah bukan?

Untuk jasa Sworn Translator yang direkomendasikan oleh UK Gov bisa dilihat disini

Sudah cukup surat keterangan mahasiswa saja? Belum.

Karena saya belum bekerja otomatis saya belum bisa mensponsori diri saya sendiri, jadi saya butuh surat sponsor. Untuk mudahnya pakai orang tua jadi sponsor kita. Surat kita buat sendiri dengan format nama sponsor (orang tua), alamat sponsor, no telpon sponsor, nomor paspor sponsor, nama kita, hubungan kita dengan sponsor dan pernyataan bahwa kita akan kembali melanjutkan studi setelah selesai liburan dengan biaya secara penuh di sponsori oleh mereka. Jangan lupa tanda tangan orang tua diatas materai. Contoh surat sponsor orang tua bisa dilihat disini

Bagaimana jika pihak sponsor bukan orang tua?

Siapa saja bisa menjadi sponsor kita, asal jelas hubungannya dengan kita, bukan PHP-an, TTM atau HTS-an kita. Kalau orang tua sudah jelas, tapi gimana kalau misalkan oom atau tante kita yang menjadi sponsor? Bisa saja, tinggal sertakan bukti tambahan yang menunjukkan hubungan kalian. Misalkan saja oom dari mama yang jadi sponsor maka lampirkan akte kelahiran mama dan oom yang bisa menunjukkan kalau berasal dari orang tua yang sama (kakek dan nenek). Jangan lupa, akte kelahiran juga harus di terjemahkan kedalam bahasa inggris oleh sworn translator. Kalau sponsor bukan dari kita sendiri maka wajib melampirkan bank reference dan copy rekening koran tabungan selama 3 bulan terakhir.

Sudah bekerja tetapi pergi liburan dibayarin sama sponsor, bisa gak tuh?

Bisa dong! Hanya saja syaratnya tetap harus melampirkan surat keterangan bekerja ditambah dengan surat sponsor dari pihak sponsor. Terserah siapa saja sponsornya, asal kembali ke prinsip tadi jelas hubungannya dengan kita.

Pas foto 3.5 x 4.5 cm background putih

Nah karena format pas fotonya bukan ukuran yang biasa (2x3 atau 3x4 misalnya) dan ada juga ketentuan berapa persen fokus ke muka dll maka saya harus membuat pas foto di tempat yang memang sudah punya format pas foto untuk foto visa. Di Jakarta banyak  tempat yang menyediakan jasa ini, salah banyaknya di sepanjang jalan Sabang JakPus. Disana banyak sekali studio foto yang menawarkan jasa pas foto khusus untuk visa. Tinggal bilang saja mau pas foto untuk syarat visa negara mana biasanya mereka sudah punya formatnya. Kalau saya foto di Adorama yang deket sama rumah calon suami, lokasinya di Adorama Plaza jl. Kemang Raya. Sebenernya Adorama punya banyak cabang dimana-mana terutama di mall-mall.

Fotonya gausah cakep-cakep karena nanti foto yang  dipake di cap visa kita berbeda dengan foto yang kita lampirkan sebagai syarat. Foto di cap visa menggunakan foto saat kita melakukan pengambilan data biometrik di kantor VFS.

Surat referensi bank dalam bahasa Inggris dan rekening koran 3 bulan terakhir

Untuk syarat yang ini harus datang ke bank tempat kita menyimpan uang. Jika punya tabungan di beberapa bank akan lebih baik memang jika membuat beberapa surat referensi bank. Saat itu saya mengurus lewat bank BNI, syaratnya kita harus membuat surat permohonan penerbitan bank reference dan rekening koran 3 bulan terakhir. Sayangnya surat ini harus kita ketik sendiri dan surat di tanda tangani oleh pemegang rekening tanpa materai. Prosesnya 3 hari kerja dengan biaya 150rb per bank reference. Kalau misal kalian pergi ke UK dan negara Eropa yang butuh visa yang berbeda jangan lupa minta 2 bank reference. Untuk bank lain mempunyai persyaratan dan biaya yang berbeda sesuai kebijakan masing-masing bank. 

Untuk rekening koran bagi yang sudah bekerja bisa digantikan dengan slip gaji dalam bahasa inggris. Copy rekening koran mungkin gunanya untuk melihat gaji kita per bulan. Yang banyak ditakutkan para aplikan adalah simpang siur syarat saldo minimal di tabungan untuk mengajukan Visa Inggris. Tidak ada patokan yang jelas berapa jumlah saldo minimal, namun untuk amannya adalah 50 juta per kepala. Jadi jika berencana pergi sekeluarga misal ber 4 maka tinggal dikalikan saja. Sekali lagi, jumlah tersebut bukan patokan baku. Banyak teman-teman yang saldonya dibawah itu tetapi dapet visa. Kalau menurut saya sebaiknya disesuaikan saja dengan itinerary yang dibuat, saldo ditabungan harus mencukupi untuk pengeluaran selama liburan jangan sampai membuat itinerary dengan jumlah pengeluaran dibawah saldo tabungan yaa..

Bagi yang saldo rekeningnya kurang dari itu bisa juga disiasati dengan cara yang sudah banyak dipakai para traveller. Yaitu dengan meminjam sejumlah dana kepada pihak lain agar saldo tabungan terlihat “gemuk” tapi ingat karena yang diberikan adalah rekening koran 3 bulan maka penggemukan rekening sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum membuat visa, 3-4 bulan sebelumnya. Setelah copy rekening koran keluar kalian bisa mengembalikan uang pinjaman tersebut.

Calon suami saya tidak menyertakan rekening koran hanya copy slip gaji 6 bulan terakhir dan visanya tetap keluar.

Fotokopi KTP, KK, Akte Lahir dalam bahasa Inggris

Kalau syarat yang ini saya kira cukup mudah, hanya perlu sedikit mengubek-ubek dokumen dirumah. Tetapi jangan lupa harus diterjemahkan oleh sworn translator. Saat datang untuk mengumpulkan dokumen tidak perlu dilampirkan dokumen aslinya, jadi dokumen asli ditinggal saja dirumah bawa fotokopi dan translatenya saja. Bagi aplikan yang sudah menikah ada dokumen tambahan berupa akte nikah dalam bahasa Inggris.

Print Out Tiket Pulang Pergi

Syarat ini wajib dilampirkan, jika kasusnya kalian akan berlibur ke UK dan Europe dan tiket penerbangan pulang bukan dari negara UK maka jangan lupa lampirkan juga tiket kereta/pesawat/bus keluar dari UK (misal: London) ke negara Eropa yang dituju setelah berkunjung ke Inggris (misal: Paris). Ini sebagai bukti bahwa kita tidak akan tinggal menetap di UK dan sesuai dengan jumlah hari tinggal di UK yang sudah kita cantumkan saat mengisi form aplikasi visa. 

Print Out tanda Booking Hotel

Jika rencana untuk menginap dimana belum pasti namun sudah harus membuat visa kita harus tetap menyertakan bukti booking hotel sebagai jaminan kalau kita tidak menjadi gelandangan disana. Caranya bisa booking via Agoda dan Booking.com lalu pilih hotel yang menyediakan fasilitas free cancelation agar sewaktu-waktu bisa kita batalkan pemesanannya tanpa ditarik biaya sepeserpun.

Bukti booking hotel harus sesuai dengan lama tinggal kita disana, misal rencana di UK selama 7 malam maka harus menyertakan bookingan tiket selama 7 malam. Jika ada yang berencana bermalam didalam kereta malam saat menuju ke suatu kota tujuan kita, sebaiknya tetap melampirkan bukti booking hotel. 


Nah… itu kira-kira syarat yang perlu disiapkan untuk mengurus visa UK. Namun saya melampirakan dokumen tambahan berupa Itinerary selama disana. Contohnya seperti gambar dibawah ini:
Itinerary UK

Selain itinerary bisa juga melampirkan asuransi perjalanan. Berbeda dengan visa schengen yang mewajibkan asuransi perjalanan sebagai salah satu syarat mengajukan visa, pihak UK tidak mewajibkannya. Namun karena saya sudah membeli asuransi perjalanan maka cantumkan saja untuk dokumen tambahan. Saya memilih travel insurance dari AXA Mandiri karena saat itu mereka memberikan diskon sebesar 20% jika membeli asuransi secara online. Biaya yang saya keluarkan untuk membeli travel insurance ini hanya sebesar 500rb saja. Polis asuransi akan dikirimkan via email yang didaftarkan saat membeli secara online. 

Print Out Polis Asuransi Perjalanan Saya


Setelah semua syarat disiapkan maka langkah selanjutnya adalah membuat pengajuan aplikasi visa secara online. Disinilah yang berbeda jika kalian membuat visa melalui agen. Syarat dan dokumen yang disiapkan sama saja kita semua yang menyiapkan, tahap selanjutnya yang membedakan yaitu ketika mendaftar dan mengisi aplikasi secara online. Kalau pakai agen mereka yang akan mengisi formulir ini, tetapi nanti saat penyerahan dokumen dan pengambilan data biometrik kita aplikan tetap datang sendiri kesana tidak bisa diwakilkan oleh agen. Toh pakai agen juga tidak memastikan visa kita akan keluar, pendapat saya sih sebaiknya apply sendiri saja selain bisa menambah pengalaman juga hemat uang sedikitnya 500.000 (biasanya agen mematok selisih harga minimal sejumlah ini untuk pembuatan visa UK, bahkan lebih).

Postingan selanjutnya akan saya bahas tentang proses pengajuan visa.. So stay tune guys :)


Update: Mengurus Visa United Kingdom (Part II)




17 comments:

Rianti mengatakan...

salah satu blog dg tgl posting terbaru utk topik pengurusan visa UK

thanks infonya mbak

hennpuspita mengatakan...

@ Rianti : sama-sama.. senang bisa berbagi :)

jaepapoy mengatakan...

Kak kalau inssuing authority diisnya apa yah ?? terimakasih

lorensa setiawan mengatakan...

alo mba,

mau nanya krn ada beberapa blog yang bilang harus fotokopi setiap lembar passport yang akan kita lampirkan, kalau ga, bisa fotokopi di vfs cmn ngantri n dikenakan biaya 500/lembar. benar ga mba? soalnya mba ada sebut kalau melampirkan passport lama jangan lupa bilang untuk dikembalikan, apakah mba juga melampirkan fotokopi passport tersebut?

trims

Roosyida Rachman mengatakan...

apakah surat keterangan mahasiswa wajib dilampirkan?

Me Mini mengatakan...

hallo mbak kalau mengajukan fience visa apa juga harus boking tiket PP

Rizky Satrio mengatakan...

bagus dan detil sekali penjelasannya. Anyway, saya mau share pgalaman saya mngurus visa UK saat saya tidak di Indonesia. Step-nya kurang lebih sama. Saya tulis di blog saya:
Membuat Visa UK saat tidak di Indonesia

Dewi Natalia mengatakan...

info tambahan mengurus visa uk. Semoga membantu :)

http://dewinataliaparapat.blogspot.co.id/2016/06/mengurus-visa-inggris-uk.html

agung efendie mengatakan...

Salam Semuanyaa,
Saya adalah pengurus resmi Kantor Dirtjen Imigrasi dan Depnaker.

saya bisa bantu saudara-saudara dalam pengurusan dokumen Imigrasi dan Depnaker.
seperti misalnya :
.
-RPTKA
-IMTA
-TELEX VISA INDONESIA ( VITAS, VK )
-KITAS
-Dan lain lain

Dengan saya semua permohonan dokumen akan dapat di setujui oleh Instansi terkait, karena saya ada kenalan orang dalam di Dirtjen Imigrasi dan Depnaker.

Hubungi Saya di :

CV. SUN NUSANTARA CONSULTING

No. HP : 081298816641 / 083870887224 ( whatshap )

Email : Agungefendie4@gmail.com / depnakertranskuningan@gmail.com / cv.sunnusantaraconsulting@gmail.com
Regard's
CV. Sun Nusantara Consulting

Margaretha Jasim mengatakan...

utk hasil translate aslinya juga di lampirkan atau kita hanya photocopy nya saja cukup?

Bebas Visa mengatakan...

Makasih sharingnya. Kebetulan, saya juga ada rencana berkunjung ke luar negeri, meski tidak dalam waktu dekat ini.

Paket Wisata Dieng mengatakan...

makasih nih sangat membantu kak artikelnya :)

tjhang christine mengatakan...

Copi saja..

esmeralda mengatakan...

Hi Mba! KTP, KK dan Akta lahir itu memang harus ditranslate ya? Karena beberapa informasi bilang tidak perlu ditranslate :s

Clara Cutez mengatakan...

seasonbet77 agen bola online
Seasonbet77 bonus depo awal 30%
eBET
Bandar Sbobet
Agen Sportbook
Bandar Judi
Agen Sbobet
Agen Bola
Bandar Bola
AgenSeasonbet77
Seasonbet77 bonus depo awal 30%

Yani Purwanti mengatakan...

kalau pake sponsor dari ortu,butuh ksh copy tabungan ortu kan?

Unknown mengatakan...

Siang .. tencana bulan juli ke uk travel sendiri tapi kerjaan saya cuma baby sitter and kebetulan bos saya mau jadi sponsor,documents apa saja yg harus disiapkan. . Mohon pencerahan nya ..makasih

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar :)