Kamis, 31 Januari 2013

Sandwich van Java ala Mbah Carik

Sejujurnya saya malu baru ngeposting ini sekarang. 3 tahun lebih tinggal di jalan kaliurang km.14,5 baru sekarang posting tentang jadah tempe. Sebagai warga negara bagian lereng gunung merapi saya merasa gagal...

Jadah tempe, sebagian orang menganggap ini adalah ikon makanan khas Kaliurang. Bisa saja disebut sebagai sandwich van java karena bentuknya memang mirip sandwich tapi ini tradisional banget pake jadah dan tempe. Salah satu jadah tempe yang cukup terkenal di Jogja adalah Jadah Tempe Mbah Carik. Lokasinya yang saya tahu di sepanjang jalan kaliurang ini ada 3, yang pertama di Kaliurang atas tepatnya di jl. Astomulyo Kaliurang, kemudian agak kebawah dikit dekat dengan tempat saya tinggal di jl. Kaliurang km.15 Utara Simpang Degolan dan yang paling bawah di jl. Kaliurang km.12.

Kalau pas main ke Kaliurang atas boleh mampir ke cabang Jl. Astomulyo, disana bisa melihat pemandangan gunung Merapi dari dekat sembari minum teh poci gula batu yang nasgitel dan jadah tempe. Jadahnya sendiri terbuat dari ketan yang dimasak dengan beberapa bumbu kemudian dibentuk menjadi pipih lonjong. Tempenya berupa tempe bacem yang rasanya dominan manis. Istimewanya jadah tempe ini justru ada pada dua buah komposisi yang sangat kontras, cita rasa tradisional yang unik antara padu padan kedua rasa jadah dan tempe ini bagaikan langit dan bumi. Jadah yang mempunyai tekstur kenyal, halus dan lembut ketika dikunyah berbanding terbalik dengan pasangannya tempe yang mempunyai tekstur kasar serta dominan rasa manis. Sensasi menggigit kedua jenis makanan ini benar-benar terasa padu.

Untuk proses pembuatan jadah tempe ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Prosesnya dimulai dengan merendam beras ketan yang akan diolah kurang lebih selama 3 jam, kemudian ditumbk sampai halus menyatu dengan parutan kelapa. Selanjutnya adonan jadah dikukus selama 2 jam kemudian setelah cukup matang jadah dibentuk lonjong dan sedikit pipih yang memang disesuaikan dengan bentuk dari tempe bacem sang pendamping. Sedangkan pasangannya si tempe bacem dibuat melalui perendaman air gula kelapa/gula jawa dan kecap manis. Proses untuk pembaceman tempe tidaklah singkat, dimulai waktu sore hari dan berakhir esok paginya supaya manisnya benar-benar meresap ke seluruh penjuru tempe. Disamping itu, keistimewaan jadah tempe mbah Carik terletak pada proses pengolahan tempe bacem tersebut. Dilakukan dengan cara tradisional, yaitu dimasak dengan menggunakan tungku berbahan bakar kayu bakar.

Selain unik jadah tempe ini bisa didapatkan dengan harga yang cukup terjangkau, mereka menjual per paket. Kita bisa memilih jadah dengan tempe, jadah dengan tahu ataupun keduanya. Yang sering saya beli adalah paket 5 jadah dan 5 tempe seharga 8.000 (kalo nggak salah). Karena jadah tempe merupakan makanan basah maka tidak bisa bertahan lama hanya 2 hari saja, namun masih bisa untuk dijadikan oleh-oleh. Selain menjual jadah setiap cabang mbah carik juga menjual makanan dan cemilan yang juga bisa dijadikan oleh-oleh seperti Ampyang (gula kacang), rempeyek, wajik, dll.

Si putih jadah bersama si coklat tempe, pasangan serasi :")

Saya suka makan jadah tempe ini dengan cabe. Pas saja rasanya perpaduan gurih manis dan pedas. Cara makannya jangan sendiri-sendiri, tumpuk jadah dengan tempe kemudian baru dimakan.


Ngemil Ocha Pancake di Kawaii Sushi

Postingan kali ini bakal lebih singkat dibanding dengan posting sebelum-sebelumnya, mau belajar buat ujian blok terakhir soalnya. Just wish me have tons of luck fo tomorrow ya :)



Ceritanya pas lagi ngisi bensin di SPBU Lempuyangan saya tiba-tiba kepengen mampir ke Kawaii Sushi soalnya beberapa hari sebelumnya pernah selewat baca di timeline kalo disini ada ocha pancake yang kelihatannya menggoda. Saya gak begitu tertarik untuk makan sushinya, soalnya waktu itu pas habis makan di Sambel Bu Saring yang lokasinya memang masih di sekitar Stasiun Lempuyangan. Alamat lengkap Kawaii Sushi ini di Jl. K. Bambang Soeprapto No. 34 (SPBU Lempuyangan) Yogyakart.

Untuk menu sushiya memang beragam dan dijual dengan harga yang menurut saya murah, hanya belasan ribu saja untuk satu porsinya. Tapi sekali lagi saya tidak akan mereview sushinya karena tujuan saya kesini hanya karena pancake ocha. Penasaran akhirnya langsung aja pesan ocha pancake dengan topping buah kiwi dan ice cream vanilla.

Ocha pancake saya datang dengan 2 layers berukuran mini (pantas saja harganya murah hehehe) yang warnanya agak gelap. Awalnya saya pikir overcooked ternyata setelah saya coba nggak juga, tekstur pancakenya lembut dan manisnya pas. Toppingnya ada buah kiwi, ice cream vanilla dan caramel. Tapi yang bikin saya bingung ini pancake rasanya sama seperti pancake lainnya, maksud saya dengan nama "ocha" saya awalnya berfikir kalau pancake ini akan memberikan sensasi rasa ocha. Harga 10.000. Pretty cheap!
 Jika ada kesempatan lagi saya bakalan review sushinya juga. Katanya sih sushinya rasa Indonesia gitu.. See yaaaa *kiss* *kiss*

Nasi Briyani Ayam di Rempah Asia

Nasi Briyani atau sering juga disebut nasi biryani, nasi briyani, nasi briani, atau nasi beriani berasal dari India. Arti dari kata Briyani sendiri adalah goreng atau panggang. Beras yang digunakan untuk nasi briyani adalah beras basmati. Tekstur beras ini panjang dan lembut, sehingga menghasilkan nasi yang berbentuk sedikit lebih panjang dari nasi yang biasa dimasak dari beras di Indonesia seperti pandan wangi.

Beras basmati bentuknya lebih panjang daripada beras yang banyak beredar di Indonesia.
Nasi yang sudah masak dibumbui dengan rempah-rempah, sayuran dan daging. Dulunya beras digoreng dahulu dengan minyak samin hingga setengah matang baru kemudian direbus dengan rempah-rempah sampai matang. Biryani dibuat dari beras yang sudah direbus di panci terpisah. Setelah beras setengah matang, beras dicampur dengan bahan-bahan lain, ditutup rapat di dalam panci, dan dimasak hingga matang. Sebetulnya nasi Briyani ini sama seperti nasi minyak yang juga banyak terdapat di Indonesia, baik cara membuat dan bumbunya, perbedaannya hanya beras yang digunakan dan warna saja. Kalau nasi minyak dia agak putih, kalau nasi briyani warnanya kuning agak kemerahan.

Bagi yang suka dengan cita rasa masakan yang berempah maka akan suka dengan Nasi Briyani. Tetapi untuk yang tidak suka masakan dengan banyak rempah-rempah mungkin jenis masakan ini bukan favorit. Nasi Briyani biasanya disajikan dengan kuah kare isi potongan daging atau bisa juga dengan sayuran. Jika terbiasa makan nasi padang, nasi ini sangat cocok untuk di makan ditambah lagi dengan pilihan lauknya ayam dan kambing yang dimasak kari. Untuk menikmati menu Nasi Briyani di Jogja bisa mampir di Rempah Asia jl. Kaliurang km.5

Nasi Briyani ala Rempah Asia disajikan dengan kuah kari, ayam dan acar mentimun. Untuk nasinya sendiri disini teksturnya agak lengket satu sama lain, berbeda dengan yang pernah saya coba di Malaysia dan Singapore yang nasinya memang tidak lengket satu sama lain. Kuah karinya sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia, tidak terlalu banyak rempah-rempah yang digunakan. Sayang ayamnya agak alot padahal bumbu ayamnya cukup enak. Harga seporsi Nasi Briyani 16.000.
Nasi Briyani di Rempah Asia memang berbeda dengan beberapa tempat lain yang pernah saya coba. Disini bumbunya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia sehingga rasanya tidak terlalu spicy. Sekedar sharing, di Singapura saya pernah mencoba menu ini dan sejauh ini masih menjadi Nasi Briyani dengan rasa yang paling enak yang pernah saya coba. Disana nasi Briyani sangat mudah didapatkan, hampir disemua kedai yang menjual masakan muslim menyediakan nasi Briyani. Harga nya berkisar antara SGD 5-6. Dari sisi porsi, banyak kalau menurut saya, lebih banyak dari nasi biasa kalau makan di Indonesia lah. Lokasinya ada di daerah Little India persisnya di deket bangjo pengkolan depan Mustafa. Disana nasi briyani disajikan pakai piring seng yang sebesar nampan, porsi nasinya banyak. Penyajiannya juga cukup unik  penjual meletakkan lauknya di tengah-tengah nasi. Jadi diatas piring kosong diletakkan nasi Briyani, kemudian lauk, terus ditutup dengan nasi lagi. Rempah-rempahnya pun sangat terasa.

Martabak Telor Bebek - Martabak Har

Siapa sangka kuliner martabak satu ini asal mulanya dari India. Martabak HAR adalah salah satu restaurant yang menyajikan menu kuliner khas MALABAR – INDIA, yang didirikan pada tahun 1947 di kota Palembang. “Martabak” Adalah sejenis makanan khas dari negeri India, yang dalam bahasa Arabnya berarti “Melipat”. Dan untuk pertama kalinya Kuliner khas India ini diperkenalkan di Negara Indonesia pada tahun 1930-an. “HAR”  adalah singkatan nama dari sang pendiri Restaurant,yaitu Hj Abdull Rozak seorang tokoh pengusaha  muslim yang sucses asal India. Tapi memang sudah lama bermukim di Palembang. Beliau meninggal tahun 2001. Dengan kuliner India yang memiliki rasa khas yang sangat bersahabat di lidah setiap pengunjung, Restaurant Martabak HAR  sudah membuka beberapa cabangnya di kota besar di Indonesia. Belum lama ini Martabak HAR membuka cabang di Jl. Gejayan seberang Dealer Kawasaki. Lengkap dengan foto alm eyang HAR.

Martabak berbahan dasar telur dan gandum ini makannya pakai kuah kare kambing yang ditambah irisan cabe dan cuka. Rasanya khas sekali makanan India terutama kuah karenya yang terasa sekali bumbu rempah-rempahnya. Kuah kare ini ditambah kentang yang ditumbuk dan sedikit potongan daging kambing untuk menambah citarasa. Untuk soal harga jangan dibandingkan dengan harga martabak telor biasa karena harga martabak disini memang cukup mahal. Satu porsi martabak telor bebek saya bayar dengan harga 17.000 dan itupun isinya memang benar-benar hanya telor bebek saja.

Kulit martabak digoreng dengan tingkat kematangan yang pas tidak terlalu gosong menghasilkan sensasi crispy yang sempurna.
Bumbu yang khas di Martabak HAR, sambil potong martabaknya cocolin ke bumbu kare ini.

RM Sabar Menanti

Berawal dari melihat liputan sebuah acara yang meliput tempat makan bernama RM Sabar Menanti yang katanya terkenal dengan lele dan sambalnya itu sayapun akhirnya mendatangi tempat ini. Lokasinya ada di Jl. Solo Km 11, Yogyakarta lalu cabangnya yang masih di Jl. Solo juga namun letaknya lebih dekat dengan kota, yakni sebelum flyover Janti jika kita dari arah kota. Dari namanya "Sabar Menanti" memang menunjukan kita harus bersabar untuk menikmati menu disini, bukan karena pelayanannya yang lama tetapi karena jaraknya yang memang cukup jauh dari pusat kota Jogja yakni di daerah Kalasan. Menempati bangunan yang cukup besar rumah makan ini hampir selalu ramai pengunjung terutama ketika jam makan siang datang. Yang makan disini kebanyakan adalah orang-orang yang sedang dalam perjalanan dari Jogja-Solo atau sebaliknya. Beberapa juga orang-orang yang bekerja didekat lokasi ini. 

Menu makanan disajikan dalam etalase panjang yang memuat banyak sekali ragam makanan lauk dan sayuran agar pengunjung bisa mengambil sendiri. Untuk menu lele dan ayam goreng bisa pesan terlebih dahulu agar ketika disajikan dalam keadaan panas. Saya sampai bingung saking banyaknya lauk disini dan semuanya terlihat enak-enak. Untuk nasinya kita bisa pilih nasi putih biasa dan nasi merah, wah sempurna sekali pikir saya karena semua serba ada disini.

Nasi merah menjadi alternatif pilihan bagi saya. Penggemar rasa pedas seperti saya pastinya tidak akan melewatkan sambel goreng krecek dan tumis cabe hijau yang begitu menggugah selera.
Sayur-sayuran yang dihidangkan untuk membuat pecel, kita bisa memilih jenis sayur yang kita suka. Yang spesial dari menu pecel disini yaitu beragamnya jenis sayuran ada kembang turi dan kecipir yang memang rasanya sangat enak jika dicampurkan dengan bumbu kacang pecel.
Mangut lele juga tersedia disini, lelenya cukup besar dengan kuah santan yang menggoda. Ikan lele di goreng/bakar terlebih dahulu lalu dimasukan ke dalam kuah santan dengan aneka rempah dan bumbu, menggugah selera makan siapapun yang melihatnya.
Penggemar sambal goreng krecek bakalan seneng banget makan disini karena disini self-service kita bisa mengambil krecek sebanyak mungkin semau kita.
Ini menu yang harus anda coba disini: Lele penyet. Lele digoreng sampai garing kemudian dipenyet bersama sambal yang aduhai mamamia rasanya sedep bangetttt..
Gak akan seru kalau makan lele penyet sendirian, jangan khawatir satu porsi lele penyet sudah termasuk lalapan berbagai macam sayuran.
Lalapannya bener-bener lengkap banget.
Beberapa lauk yang disediakan di etalase RM Sabar Menanti

Sate Pak Prapto

Sate Pak Prapto atau lebih populer dengan nama Sate Karang yang memang lokasinya berada di salah satu sisi lapangan Karang, Kotagede. Untuk saya yang tinggal di jl. Kaliurang butuh perjuangan khusus untuk mendapatkan sate yang cukup legendaris di kota Jogja ini karena harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Jangan dibayangkan tempatnya seperti warung sate Samirono atau Tambaksegaran, warung ini memang hanya warung tenda yang buka mulai petang. Belum menempati bangunan permanen, hanya berupa sebuah tenda yang cukup besar dan gerobak dorong khas penjual sate. Sangat sederhana namun biasanya selepas magrib warung sudah ramai dikunjungi oleh para pelanggannya. Suasana sederhana sangat kental ketika kita memasuki warung, anda tidak akan menemukan meja dan kursi disana hanya ada beberapa baris tikar untuk lesehan. Warung Sate Pak Prapto buka mulai sore hari jam 17.00-22.00.

Sate Karang ini awalnya didirikan oleh alm. Mbah Karyo pada tahun 1948, selaku generasi pertama kala itu Mbah Karyo berjualan sate dengan berkeliling menggunakan pikulan kayu. Setiap hari beliau berkeliling Kotagede untuk menjajakan satenya, jadi masih belum disebut sate Karang. Sekitar tahun 1955 beliau memutuskan untuk tidak lagi menjajakan sate dengan berkeliling dan mulai berjualan di pinggiran Lapangan Karang. Sejak saat itu nama Sate Karang muncul. Tahun 1980 usaha berjualan sate ini diteruskan oleh anaknya yaitu Pak Prapto. Namun semenjak Pak Prapto meninggal sampai sekarang warung sate ini dikelola oleh anaknya. Sebuah sejarah sate yang legendaris di Kotagede ini ternyata sudah menjadi bisnis turun temurun selama tiga generasi.

Yang membuat Sate Karang ini laris manis salah satunya adalah jenis satenya yang memang terbuat dari daging sapi yang dipilih bagian daging yang sudah dihilangkan ototnya sehingga ketika dipanggang menghasilkan tekstur daging yang lembut, empuk dan tidak alot. Selain itu pendamping sate sapi ini bukanlah nasi putih seperti pada umumnya, tetapi disajikan dengan lontong yang sudah dipotong kecil-kecil dan sayur lodeh. Jujur ini pertama kalinya saya makan sate dengan pendamping sayur lodeh, unik dan sedap memang. Keunikan lainnya adalah kita bisa memilih bumbu dari sate yang memang bercita rasa manis ini. Ada 3 pilihan sambal yang bisa dipilih: sambal kacang yang bercitarasa manis dan gurih, sambal kecap yang manis dan pedas dengan potongan cabe dan sambal kocor yang rasanya manis asam dan pedas. Yang terakhir mungkin baru kita dengar, sate kok pake sambel kocor? Ya sambel kocor ini adalah perpaduan dari racikan gula merah, garam, bawang merah, daun jeruk dan ketumbar ditambah dengan air sehingga mirip dengan kuah.

Sembari menunggu antrian kita bisa memesan minuman wedang poci ataupun wedang ronde. Wedang ronde adalah minuman khas Jogja, yang terdiri dari kolang-kaling, kacang sangrai, 2 atau 3 bola ronde kecil berwarna putih yang manis dan seduhan air dari ekstrak jahe parutan. Satu porsi sate berisi 10 tusuk harganya 20.000.

Satu porsi sate sapi dengan bumbu kacang dan sedikit tambahan kecap. Dagingnya benar-benar empuk dan tidak alot dibalut rasa gurih, dan manis bumbu kacang.. Bagi yang suka pedas coba tambahkan potongan cabe yang disediakan disana. Yumm...
Lontong kuah sayur lodeh, ada irisan tempe yang dipotong bentuk kotak-kotak kecil rasanya gurih berpadu sempurna dengan rasa satenya yang manis.
Semangkuk kecil wedang ronde ini sangat nikmat jika dinikmati sambil menunggu pesanan sate kita datang.

Rabu, 30 Januari 2013

Serafin Cafe

Ah, ini dia cafe-cafe yang patut dipersalahkan sama orang-orang yang lagi diet. Serafin! 
Jogja memang lagi bermunculan cafe yang menjual bermacam pastry, salah satunya Serafin ini yang lokasinya ada di Jalan Pakuningratan 40 Jogja. Tempatnya asyik dan bisa buat nongkrong berlama-lama. Interiornya juga eyecatching banget, didominasi oleh perabot kayu dan beberapa sofa warna-warni. Speciality menu disini adalah pasty, ada macem-macem mulai dari macaroon, croissant, muffin, eclairs, cupcake dan beberapa jenis cake yang lucu-lucu bikin ga tega buat makan. Dateng kesini kita langsung ke counternya buat pesen sekaligus bayar, jadi semi self-service gitu sistemnya.

Hello greentea lovers! Ini dia cupcake greentea yang saya lupa harganya berapa. Frosting greenteanya enak banget walaupun cake nya agak kurang berasa rasa greenteanya.
The famous Red Velvet cake yang cream cheesenya agak mending tebel daripada RVC ditempat lain. Warnanya pun gak begitu ngejreng.

Creme Brulee ini bisa didapatkan hanya dengan 10.000 rupiah saja. Happy tummy, saya suka sekali dengan dessert yang satu ini dan bisa dibilang di Serafin saya bisa dapetin this sweets dessert dengan harga yang paling murah dan rasa yang gak bikin eneg.
Red Velvet Cupcake. Tinggal lhebbb!! langsung habis karena hanya seukuran cupcake :D
 I forgot the name :))





Macaroons, Rainbow Cake dan Red Velvet Cake
Eiffel at Serafin :)
Nah ini dia yang saya sebut sempurna, creme brulee dan red velvet cake without crushed peanuts.