Rabu, 30 Januari 2013

The Valley

Terletak dikawasan Dago Pakar, tempat ini memang salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Bandung jika anda ingin meikmati sajian makanan dengan pemandangan kota Bandung malam hari. Namanya “The Valley”, sesuai dengan namanya bistro cafe ini berkonsep open space dan berada di daerah berlembah. Alamatnya ada di Jln. Lembah Pakar Timur 28 Bandung dan untuk reservasi bisa via Tel : 022 – 251 1450. Jam bukanya dari 10.00 sampai 24.00. Jalan menuju tempat ini memang agak sempit dan menanjak, tapi jangan khawatir disana disediakan parkir untuk kendaran mobil yang cukup luas. Sebaiknya datang ke The Valley ketika malam hari dan jangan lupa bawa jaket atau sweater karena udara disini cukup dingin. 

Oke, disini saya tidak memesan banyak menu. Selain memang perut masih penuh dan juga menurut saya tempat ini terlalu crowded, saya tidak bisa menikmati suasananya. Sayang saja dengan city view yang indah tetapi tempatnya ramai dan agak berisik karena memang tempat duduknya berdekatan antara meja satu dan lainnya.

Greentea Cake. Favorit saya memang rasa green tea, namun menurut saya rasa cake ini kurang menggigit. Bolehlah dicoba jika memang anda penyuka rasa greentea.

Strawberry Cheese Cake

Nasi Tulang Jambal

Bandung memang gak ada habisnya kalau soal kuliner, selalu ada yang baru dan unik. Bahkan tulang yang biasanya hanya merupakan sisa ikan bisa dijadikan kudapan yang lezat bernama Nasi Tulang Jambal. Lokasinya ada disekitar jl. Ternate Bandung dekat dengan jl. Riau yang merupakan pusat FO.

Dengan pintarnya, tulang jambal yang bisa dikatakan limbah bisa disulap menjadi racikan masakan yang istimewa. Tulang jambal ditumis rica dengan tomat, cabe merah, cabe rawit, bawang putih, bawang merah plus taburan lada hitam yang ditumbuk. Sesuai namanya, tulang jambal memang benar-benar terdiri dari tulang dengan sisa daging ikan yang masih menempel. Tulang berwarna putih ini disajikan dengan tumisan cabai, tomat, dan lada hitam. Hasilnya, tulang ikan yang bebas dari bau anyir dan rasa garam yang keterlaluan khas ikan asin. Ada lagi ”bonus” rasa (sangat) pedas yang akan membuat keringat bercucuran. Sepaket nasi tulang jambal yang disajikan dengan tahu tempe serta hiasan daun kemangi dan irisan mentimun dijual Rp 14.500. Mencari sisa-sisa daging yang terselip di antara tulang ikan asin ini sungguh mengasyikkan sekaligus bikin penasaran. Apalagi ditambah balutan cabai merah yang digerus kasar. Disandingkan sepiring nasi putih hangat plus tahu dan tempe, wuihh sedapnya!




Nanny's Pavillion Garden



Beberapa waktu lalu di Bandung saya berkesempatan mengunjungi salah satu cabang Nanny's Pavillion disana. Buat yang di Bandung pasti udah nggak asing lagi sama Nanny's Pavillon, sesuai temanya yaitu Garden alias taman, restoran ini banyak dihiasi dengan rumput dan suasana hijau lainnya. Setiap outlet Nanny's Pavillon mempunyai tema yang berbeda-beda di setiap tempatnya. Ada yang kayak taman (yang saya kunjungi), lalu ada yang kayak perpustakaan, ruang keluarga, teras, kamar mandi, sampai ada yang bergaya seperti ruangan menjahit dan kandang. Unik yah?

Alamat Nanny's Pavillion Garden ada di Jl.RE Martadinata 112, Bandung satu kompleks dengan FO (saya lupa namanya) tempatnya terlihat asri sesuai dengan tema "garden". Menu spesial disini ada pancake, waffle, steak, juga aneka pasta. Sedangkan minumannya ada berbagai macam lemonademint ice tea, dan milkshakes. Soal rasa jangan khawatir, restoran yang berawal dari resep rumahan lalu turun-temurun biasanya pasti enak. Range harga makanan disini mulai dari Rp. 29.000- 130.000 an ribu. Oh ya, disini porsi makanannya lumayan besar jadi jangan kalap pesan banyak-banyak ya kalau perutnya gak muat :D


Tuh kan saya bilang apa, minumannya pun juga datang dalam gelas besar :D

Blueberry Cheese Roll Pancake (Rp 29.000,-)

Salah satu menu yang wajib dipesan kalau kalian penggila keju. If you're a pancake lover, then you're gonna fall for this one! Pancakenya dibentuk roll yang didalamnya terdapat cheese cream. Come with blueberry jam & vanilla ice cream as topping. First bite, pancake yang masih hangat dengan perpaduan cheese cream bakal meleleh di mulut kamu asli deh sensasinya dapet banget bagi kalian yang suka keju. Ditambah sensasi dingin dan manisnya vanilla ice cream dipadu asam saus blueberry. It's such a heavenly experience in your mouth. Recommended banget!

 Chocolate Waffle with Chocolate Ice Cream

Buat penggila coklat ini yang gak boleh dilewatkan, topping coklatnya yang meleleh berbaur dengan empuknya waffle. 



Selasa, 29 Januari 2013

SGPC Bu Wiryo 1959

Salah satu temennya Nyonya Meneer karena memang sudah berdiri sejak 1959. Gak capek apa ya berdiri dari tahun segitu, saya aja terakhir berdiri lama pas upacara bendera aja "kemeng" dan rasanya pengen pura-pura pusing biar bisa tiduran di UKS sekolah kok. Hehehe :D

SGPC ini singkatan dari sego pecel, ya nasi pecel yang sudah begitu melegenda di Jogja terutama di kawasan UGM. Warungnya cukup besar dan luas untuk ukuran "warung pecel" yang saya suka disini adalah suasana klasik dan tentunya ada live music yang menemani kita makan disana. Untuk nasi pecelnya seperti nasi pecel yang lainnya isinya nasi dengan campuran sayur berupa kacang panjang, bayam, kecambah dan sayur-sayuran lain yang disiram dengan bumbu kacang. Nah menurut saya yang membedakan pecel yang satu dengan lainnya ya bumbu kacangnya ini, disini bumbu kacangnya tipe yang tidak terlalu halus teksturnya namun memang rasanya justru enak dan pas antara manis dan gurihnya kacang. Untuk lauknya kita bisa nambah dan ambil sendiri, yang saya suka adalah tahu bulatnya, juara banget dimakan sama nasi pecelnya.

Selain nasi pecelnya, yang gak kalah enak disini adalah menu sop sapinya. Penyajiannya unik, kalau biasanya sop disajikan dengan mangkuk disini disajikan menggunakan piring. Isinya menurut saya hampir mirip dengan soto, hanya saja kuahnya memang khas kuah kaldu untuk sop. Beberapa potong irisan daging sapi, potongan wortel, kentang dan bihun. Ya bihun ini yang saya bilang kenapa sop disini mirip soto.

Lokasi dari SGPC Bu Wiryo ini berada di Jalan Agro CT VIII, Sleman (sebelah utara/Lor Selokan Mataram). Jika kita sering sliweran di daerah UGM dan UNY sekitaran Selokan Mataram pasti tidak asing dengan warung ini. Slogan yang diusung warung ini yang saya lihat di papan depan warung adalah "Melayani di UGM sejak 1959" duh selain lama berdiri ternyata warung ini juga melayani sak-kemenge ya :))

Eh tapi untuk soal harga memang cukup mahal buat ukuran sego pecel, apalagi mereka berjualan di kawasan kampus UGM yang harusnya harganya juga "mahasiswa". Jika datang pas jam makan siang warung ini terlihat penuh. Yang saya lihat bukan penuh karena mahasiswa, kebanyakan orang-orang kantoran dan pegawai-pegawai gitu.

Sop Sapi ini walaupun kuahnya bening bukan berarti rasanya hambar lho, enak juga kalo dimakan pas siang-siang. Dagingnya juga empuk, sayang porsinya porsi jomblo (single)

Ini dia nasi pecelnya, seperti saya bilang diatas bumbu kacangnya emang beda gak terlalu halus dan rasanya pun memang pas.

Dessert Cafe: La Vie Michie

Finally bisa nulis blog lagi setelah vakum untuk waktu yang cukup lama, sebenernya lama ga posting di blog saya ini awalnya karena sibuk ngurusin kuliah, KKN dan hal-hal lain yang bener-bener menyita waktu. Tapi sebenernya beberapa bulan terakhir satu persatu kesibukan mulai hilang dan tetep aja kok males nulis blog padahal banyaaaak banget yang pengen kubagi disini..

Baiklah, langsung aja ya kita bahas yang enak-enak lagi..
Jadi beberapa bulan terakhir, atau lebih tepatnya sejak tahun 2012 lalu trend kuliner di Indonesia dijejali oleh bermacam-macam pastry dan cake dari benua biru sana, ya agak sedih sih karena sedikit banyak kuliner khas Indonesia agak sedikit tergeser dengan trend pastry dan cake yang sedang "hits". Awalnya trend ini hanya ada di kota-kota besar saja, namun sekarang bukan hanya kota besar saja kota kecil (terutama di kota kelahiran saya, Pekalongan) pun sudah menjamur trend pastry dan cake. Pernah saya ngobrol-ngobrol dengan seorang chef di sebuah tempat makan, beliau juga mengamini apa yang ada dalam pikiran saya. 

Jogja akhirnya kena badai trend dessert cafe juga, La Vie Michie ini bisa dibilang jadi salah satu dessert cafe yang memang menjual bermacam-macam cupcakes dan cake yang sedang populer. Lokasinya di Jl. Palagan Tentara Pelajar No. 31, Sleman, DI Yogyakarta untuk lebih mudahnya kalau teman-teman tahu Mirota, nah cafe ini satu lokasi dengan Mirota hanya saja letaknya di lantai 2. Menurut saya waktu yang tepat untuk berkunjung kesini adalah saat sore hari, entahlah saya suka dengan suasana sore hari di Jl. Palagan karena bisa melihat pemandangan indah gunung merapi. Nama La Vie Michi berasal dari bahasa Prancis, La Vie, yang bermakna kehidupan. Filosofi makan cake dan minum teh ini, diharapkan hidup semakin lebih cerah, lebih hidup.

Saya baru sekali berkunjung ke cafe ini, itupun sudah sangat lama sekitar setengah tahun yang lalu. Entah cafe ini masih bertahan atau tidak saya belum sempat mengunjunginya lagi, tapi saya sempat mencoba beberapa menu cakes mereka. Tidak hanya menjual cupcakes dan bermacam-macam cake La Vie Michi juga menawarkan belasan jenis teh yang didatangkan langsung dari Eropa. Khusus untuk teh, bahan-bahan teh didatangkan dari London, Inggris, Sri Lanka, Jepang, Cina, dan negara lain. Aneka teh yang tersedia di kedai ini antara lain teh jasmine, stroberi, Blackcurrant, dan teh peach. Harga yang ditawarkan untuk segelas teh memang agak mahal, sekitar Rp. 12.000. Sedangkan untuk cake, ada 23 jenis. Ada Tiramisu, cokelat, Mouse Cake, Opera Cake, dll. 

Yang menarik bagi saya adalah interior dari cafe ini yang sangat girly didominasi dengan warna pink. Saya yakin pasti banyak kaum wanita yang betah disini karena tata ruang dan interiornya bener-bener cute. Oh ya, bagi yang ingin berkunjung kesini bisa dateng setiap hari mulai jam 13.00 – 21.00 WIB.

 The famous "Rainbow Cake" ini terdiri dari 7 layer cake warna-warni, untuk frostingnya mereka menggunakan buttercream. Sayangnya menurut saya frostingnya terlalu sedikit antara layer yang satu dengan layer yang lain.

 Strawberry Cheese Cake ini rasanya menurut saya nanggung karena saya tidak menemukan rasa cheese yang harusnya memang dominan. Disini malah whipped creamnya yang dominan. But it's look yummy, eh?

  


 Oh ya, kabarnya disini kita juga bisa custom order cupcakes sesuai keinginan kita lhoo..

 

Kamis, 27 Desember 2012

Soto Bebek Suwarni

Bebek ga cuma enak kalo digoreng atau dibakar lho, di daerah Prambanan tepatnya 100 meter dari stasiun kereta Prambanan ada warung yang menjual menu bebek yang unik dan lain daripada yang lain. Yap! Soto Bebek. Menu utama warungnya Bu Suwarni ini adalah olahan bebek, terutama bebek goreng dan soto bebek. Bagi penggemar rasa khas daging bebek, warung ini harus anda coba untuk menjadi pilihan. Bagi yang bosan dengan sajian bebek goreng biasa dengan rasa gurih disini kita bisa menikmati sajian bebek goreng yang dibumbu bacem, terasa benar bacemannya. Baceman khas Jogja dengan rasa manis yang dominan. Bumbu bacemnya merasuk hingga menyentuh bagian paling dalam dari daging bebek yang tekstur seratnya lebih padat dibanding daging ayam, saya yang penggemar pedas langsung saja mencari sambal namun sayang sambalnya juga kurang pedas dan masih ada rasa manisnya. 


Kalau kurang suka dengan bebek goreng bumbu bacem khas Jogja, masih ada pilihan menu lain yang tak kalah menarik, yaitu soto bebek. Soto bebeknya Bu Suwarni memang beda. Kalau umumnya daging bebek digoreng, dibakar, atau dipanggang, maka soto bebek ini mungkin yang spesial disini karena nggak ada ditempat lain. Kuahnya segar merangsang (halah!) pokoknya rasa kaldunya itu berasa bebek dan gurih, cocok buat yang kepengen makan berkuah. Sotonya sendiri tidak jauh beda dengan ramuan soto ayam. Ada campuran tauge kecil (untuk membedakan dengan umumnya tauge yang ukurannya besar), irisan kol dan loncang (daun bawang), ditambah irisan ampela bebek, lalu diguyur kuah soto berkaldu bebek.










Huma Rib Steak and Shake

Jogja kota Steak! Yess.. beberapa bulan terakhir banyak bermunculan tempat makan steak dengan harga miring. Semiring cintaku padamu, steak! Walaupun identik dengan kuliner khas negara barat sono, steak sudah menjadi salah satu idola kuliner dalam negeri beberapa waktu terakhir. Salah satunya yang beruntung saya coba adalah Huma Rib Steak and Shake yang berada di Jl. AM Sangaji (samping Papa Ron's Pizza).

Menu yang tersedia disini ya tentu macem-macem steak mulai dari tenderloin, sirloin, cordon bleu, spaghetti, dll. Saya memutuskan untuk memesan tenderloin steak dengan saus blackpepper. Daging yang digunakan adalah daging sapi lokal, wajar jika harga yang ditawarkan memang "kaki lima". Steak paling mahal disini seharga 17.500. Untuk condiment nya masih standar dan sama dengan tempat makan steak yang paling termasyhur di Jogja (sebut saja Waroeng Steak) yaitu kentang, wortel dan kacang panjang, padahal saya ngarepinnya harga murah tapi condiment bisa pake salad sama mashed potato atau potato wedges gitu (ngarep! iya!). Satu hal yang bikin Huma steak beda dengan yang lain adalah sausnya. Ya, mereka kasih 3 pilihan saus yang bisa kita pilih sendiri sesuai selera. Ada rasa blackpepper, onion dan original. Langsung saja deh ke foto-foto makanan yang saya pesan.